Senin, 06 Juli 2020

Soft Skill


A. Pengertian Soft Skill
Soft: lembut/lunak sedangkan Skill: Keterampilan maka dapat disimpulkan bahwa Soft Skill artinya : (Keterampilan Lunak)
Soft Skill adalah kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain (interpersonal skill) dan kemampuan untuk mengatur diri sendiri ( Intrapersonal Skill).
Soft skill adalah istilah sosiologi yang berkaitan dengan kecerdasan emosional sifat kepribadian, keterampilan sosial, komunikasi berbahasa, kebiasaan pribadi, keramahan dan optimisme yang mencirikan kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Maka dapat disimpulkan bahwa soft skill adalah sikap atau kebiasaan kita dalam berinteraksi dengan orang lain. Soft Skill sendiri sebagai kemampuan di luar kemampuan teknis dan akademis yang lebih mengutamakan kemampuan intra dan internasional.

B. Pengertian Soft Skill menurut para ahli
1. Menurut Berthal (dalam Muqowim, 2012:5) Soft Skill diartikan sebagai perilaku personal dalam interpersonal yang mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia.
2. Menurut putra dan pratiwi (2005:5) Soft Skill adalah kemampuan-kemampuan tak ternilai yang diperlukan untuk sukses, misalnya kemampuan berkomunikasi, kejujuran/integritas dan lain-lain.
3. Menurut Giblin dan sailah ( Dalam Sucipta: 2009:1) Soft Skill merupakan kunci menuju hidup yang lebih baik, Sahabat lebih banyak, sukses lebih besar dan kebahagiaan lebih luas.

C. Perbedaan soft skill dan hard skill
Hard skill itu sama dengan pengetahuan atau ilmu yang kita pelajari selama di sekolah, dan Hard Skill mengandalkan nilai, sedangkan Soft skill itu bersifat abstrak, dan tidak diukur dengan nilai.

D. Mengapa soft skill itu penting?
Karena ketika lulus dari sekolah atau bangku perkuliahan, kita langsung terekspos ke masyarakat atau dunia kerja. Dimana kita harus berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki pemikiran yang berbeda, prinsip dan sudut pandang yang berbeda, budaya yang berbeda dan perbedaan yang lainnya.

E. Manusia yang memiliki Soft Skill ciri-cirinya sebagai berikut 
1. Keterampilan berkomunikasi
2. Keterampilan dalam menyelesaikan masalah
3. Kekuatan kerja tim
4. Hubungan kerja yang baik
5. Belajar sepanjang hayat
6. Keterampilan wirausaha
7. Etika, moral dan profesionalisme 

F. Manfaat Soft Skill
1. Berpartisipasi dalam tim
2. Memberikan layanan
3. Bernegosiasi
4. Motivasi
5. Menjaga percakapan bermakna (diskusi/perdebatan)
6. Menetralkan argumen dengan waktu, petunjuk dan sopan, bahasa singkat.

Soft Skill adalah tingkah laku personal dan interpersonal yang dapat mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia (melalui pelatihan, pengembangan kerja sama tim, inisiatif, pengambilan keputusan lainnya) multiple intelegence ada delapan jenis kecerdasan yang dimiliki setiap individu yaitu linguistik, matematis-logis, spasial, kinestetik-jasmani, musikal, interpersonal, intrapersonal dan naturalis.

Senin, 16 Desember 2019

Teori Behavioristik

A. Pengertian Behavioristik
Behavioristik adalah suatu teori yang mengacu pada perkembangan perilaku yang dapat diukur, diamati dan dihasilkan oleh respon pelajar terhadap rangsangan. Tanggapan terhadap rangsangan dapat dilihat dari respon positif atau negative terhadap perilaku kondisi yang diinginkan. Teori ini dicetus oleh Gage Berliner yang dilihat dari perubahan tingkah laku yang dihasilkan dari pengalaman. Teori iniberhubungan dengan stimulus-responnya. Respon yang dilakukan tentu akibat pengalaman yang dan pembiasaan semata. Dalam teori ini yang dilihat adalah stimulus dan respon. Stimulus ialah apa saja yang diberikan oleh guru kepada pesert didik dan sedangkan respon adalah reaksi atau tanggapan dari peserta didik kepada guru. Dalam teori ini mengutamakan pengukuran antara stimulus dan respon, sebab pengukuran merupakan suatu hal prnting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.

B. Ada beberapa prinsip teori behavioristic:
1. Reinforcement and punishment
2. Primary and secondary Reinforcement
3. Schedules of Reinforcement
4. Contingency management
 5. Stimulus control in operant learning
 6. The elimination of responses

 C. ciri-ciri behavioristic
1. Mementingkan faktor lingkungan
2. Menekankan pada faktir bagian
3. Menekankan pada tingkah laku yang Nampak dengan memperlakukan metode obyektif
4. Sifatnya mekanis
5. Mementingkan masa lalu

D. Tujuan pembelajaran behavioristic
Dalam teori behavioristik ini ditekankan pada penambahan pengetahuan, sedangkan belajar sebagai aktivitas yang menuntut peserta didik untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari. Materi pembelajaran menekankan pada keterampilan yang terasosiasi atau terakumulasi fakta mengikuti dari bagian keseluruhan. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil belajar. Evalusi pda teori ini menekankan pada respon pasif, keterampilan secara terpisah. Evaluasi hasil belajar menuntut jawaban yang benar. Teori ini menemukan evaluasi pada kemampuan peserta didik secara individual.

E. Teori berdasarkan pandangan para ahli
1. Menurut thorndike Menurut Thorndike, perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati.
2. Clark hull Belajar merupakan perubahan tingkah laku melalui kekuatan kebiasaan. Dalam teori Hull mengatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat bermacam-macam bentuknya.

F. Kelebihan dan kekurangan
1. Kelebihan
a. Sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti kecepatan, spontanitas, kelunturan, reflex, dan daya tahan. Contoh: percakapan bahasa asing, mengetik, menari, berenang, olahraga.
b. Cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti hadiah atau pujian.
c. Dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan, semnatara individu tidak menyadari bahwa dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya.
2. Kekurangan
a. Pembelajaran siswa yang berpusat pada guru, bersifat meanistik, dan hanya berorientasi pada hasil yang diamati dan diukur.
b. Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandangan sebagai cara belajar yang efektif.

Penggunaan hukuman sebagai salah satu untuk mendisiplinkan siswa (teori skinner) baik hukuman verbal maupun fisik seperti kata-kata kasar, ejekan, jeweran yang justru berakibat buruk pada siswa.